IMG-20191218-WA0086
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Bagaimana Cara Membentuk FMPP Desa

Berdasarkan beberapa peraturan undang-undang, diantaranya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, dengan mempertimbangkan perlunya menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dan untuk meningkatkan Indek Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Brebes, khususnya bidang Pendidikan, maka perlu adanya pembentukan suatu forum yang terdiri dari orang-orang yang peduli dengan masalah pendidikan, forum itulah yang dinamakan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan atau di singkat FMPP.

Bagaimana Cara membentuk FMPP Desa?

Pembentukan FMPP di setiap desa tentunya dengan alur dan struktur yang sama seperti desa-desa lain. Seperti halnya pembentukan di desa kami yaitu desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan.
Dari FMPP Kabupaten Brebes memberikan informasi adanya pembentukan FMPP di setiap Desa dan Kecamatan.
Pembentukan FMPP Desa Kedungoleng, di bentuk berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang di hadiri oleh perangkat desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, dan dunia usaha, pada tanggal 26 Maret 2018 di Aula Desa Kedungoleng.

Bahrul Ulum, SE.M.si selaku Ketua FMPP Kabupaten Brebes yang hadir saat itu bersama Adi Asegaf, yang sekaligus memimpin jalannya rapat, mengatakan tanggung jawab anak terletak pada orangtua, namun pemerintah juga harus ikut andil dalam pembiayaan sekolah jika orangtua si anak tidak bisa maksimal dalam pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan.

“Tanggungjawab anak adalah orangtua. Tapi jika kemudian orangtua belum bisa maksimal dalam pembiayaan sekolah bagi anaknya, maka negara harus hadir untuk memenuhinya, salah satunya adalah kebijakan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Garda terdepan adalah pemerintah desa(pemdes), sebagai sumber pendataan ATS yang akurat, dukungan pembiayaan dari Dana Desa (DD), peran desa untuk ATS lewat GKB”, jelasnya.

Dalam Musyawarah Desa tersebut kemudian membentuk susunan kepengurusan yang beranggotakan orang-orang desa setempat. Kepengurusan terdiri dari pelindung (Kades), Pembina (BPD), Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, koordinator, dan anggota. Koordinator terdiri dari beberapa bidang, diantaranya bidang Verifikasi, bidang Penggalangan Dana, bidang Pengembalian Anak Sekolah, dan bidang Pendampingan Anak Sekolah.

Situs Website GKB

Tugas utama FMPP Desa, adalah mensukseskan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS), agar mereka mau bersekolah kembali. Pemerintah Kabupaten sudah menyediakan situs bagi siapa saja yang ingin mendapatkan informasi tentang GKB, sebagaimana yang telah di sampaikan R.Rela Rahayuningsih, S.Sos, M.si, selaku Baperlitbangda Kabupaten Brebes

“Kami dari Pemerintah Kabupaten telah menyediakan tiga situs untuk di pergunakan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan informasi tentang GKB. Tiga situs tersebut adalah :

sipbm.brebeskab.go.id

gkb.brebeskab.go.id

fmppbrebeskab.com

Mari kita bersama-sama sukseskan GKB melalui kegiatan FMPP di desa desa, sehingga tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah. Bersama-sama kita ciptakan Brebes maju”, jelas Rela bersemangat.

Penulis : Nur Khasanah | Kompasianer Brebes tinggal di Kedungoleng Paguyangan | Jurnalis Warga Paguyangan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.