Dok. FMPP Brebes
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Bahrul Ulum Sang Inisiator Gerakan Kembali Bersekolah

Siapa yang tidak tahu GKB ?

Ternyata memang banyak yang belum tahu dan mengerti apa itu Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), tapi ketika masyarakat ditanya seputar bagaimana anak tidak sekolah di Brebes, apa ada perhatian khusus dari pemerintah, maka saya berani bilang mereka akan mengatakan sekarang anak yang tidak sekolah didata dan disuruh sekolah.

Ya, ada perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Brebes khususnya pada Anak Tidak Sekolah (ATS) atau anak putus sekolah, yang sekarang melalui kecamatan tepatnya Forum Masysrakat Peduli Pendidikan ( FMPP ) mereka akan terus dikejar dan dilakukan upaya pengembalian ke sekolah yang diberikan nama Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) adalah suatu gerakan yang bertujuan mengembalikan anak-anak bersekolah, dimana dulu pernah bersekolah tapi putus atau berhenti karena berbagai sebab, ada banyak penyebab yang melatarbelakangi anak tidak sekolah, baik motivasi, maupun kondisi pembiayaan dan prilaku.

Tentu tidak mudah dan sederhana mengubah pola prilaku yang demikian tanpa adanya sinergitas semua elemen masyarakat baik pemerintah, lembaga – lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat sampai dengan masyarakat itu sendiri, dan Kabupaten Brebes menorehkan tinta emas untuk persoalan anak tidak sekolah ( ATS ) yang telah berhasil mengantarkan Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan keberhasilan dan kendala dalam penanganan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Forum Internasional Indonesia Development Forum (IDF) 2018, yang digelar di Hotel di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Ada proses panjang sampai pada akhirnya warga Brebes harus berbangga hati setelah sebelumnya disebut sebagai Kabupaten sangat miskin, tapi Kabupaten Brebes disebut sebagai salah satu perintis Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) berhasil mengembalikan ribuan ana tidak sekolah (ATS) kembali bersekolah.

Bahkan Kabupaten Brebes menjadi satu dari sekian Kabupaten/Kota di Indonesia yang menerima  penghargaan 99 inovasi pelayanan publik di bidang pendidikan yakni peningkatan pelayanan dasar bidang pendidikan melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Gerakan Kembali Bersekolah menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa pada bidang pendidikan, kenapa demikian, karena gerakan ini dibangun untuk menyelesaikan persoalan anak yang tidak sekolah kembali bersekolah, usia 7-18 tahun jenjang formal untuk dipastikan semua sekolah, begitu pula usia 7-21 tahun di jenjang non formal juga dipastikan agar belajar di PKBM atau pusat kegiatan belajar masyarakat.

Dampak Program GKB

Tidak maen – maen, dampak GKB bagi Kabupaten Brebes, selain merupakan salah satu penerima Anugerah Inovasi pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, Brebes menyapu bersih Anugerah yang berhasil disabet propinsi Jawa Tengah.

Sekda Brebes Djoko Gunawan memaparkan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS) ada kesempatan presentasi penganugrahan tersebut. GKB sukses menyemai harapan anak untuk mencapai cita-citanya, berkat asuhan Bupati Brebes, Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dibina bersama LPPM Universitas Jendral Sudirmen mengalami sukses besar di Brebes.

Sinergitas yang luar biasa yang sebelumnya berasal dari Program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) pada 2013 dengan pilot projek adalah Desa Cenang Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, menjadi sebuah kerja sama yang sukses melibatkan Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Kementerian Desa PDTT, dan UNICEF dengan fokus pada isu tingginya angka anak putus sekolah.

Siapakah Sang Inisiator ?

Gerakan Kembali Bersekolah ( GKB ) tidak akan pernah benar – benar menjadi sebuah karya inovasi layanan publik tanpa sebuah impian ataupun mimpi besar bergejolak, sampai mimpi itu dituangkan dalam ide berupa konsep kerangka pikir dalam lembaran dengan tinta. Tentu ada sosok yang menginspirasi atau yang memotivasi lahirnya gagasan yang tidak biasa.

Pastilah ada seorang yang menadi “Sang Inisiator” yang memiliki kepiawaian dalam mengolah data dan melihat setiap data dari sudut pandang yang memberdayakan, memiliki power dan energy yang luar biasa untuk bisa menyatukan elemen – elemen yang ada di Kabupaten Brebes menjadi bersinergy memiliki kekuatan yang sangat besar, “ Siapakah Sang Inisiator itu ? “

Bahrul Ulum, SE, M.si, adalah sosok yang tidak bisa lepas dari Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) demikian juga kalau kita bicara tentang GKB maka tidak bisa lepas dari sosok Sang Inisiator Kang Jilum ( sebutan Bahrul Ulum ), tentu akan afdhol saat kita melihat sejarah bagaimana GKB dirintis sampai mencapai puncaknya dan sekarang telah direplikasi secara nasional di beberapa Kabupaten / Kota se Indonesia.

Jilum adalah tokoh masyarakat pembangunan Kabupaten Brebes, saya mengenalnya sebagai seorang guru, motivator dan multitalenta, dengan tangan dinginnya beberapa program sosial kemasyarakatan sukses memberikan manfaat dan berkesinambungan.

GKB saya melihatnya berawal dari tahu 2015 atau 2016 an  sengan merintis relawan penggiat sosial melalui jurnalis warga yang saat itu membentuk komunitas facebook Celoteh Brebes Membangun (CBM) menginisiasi dan memastikan ada program retrival dengan pola pendampingan dan pengembalian dan memastikan adanya penggalangan data.

Dara tersebutlah yang pada akhirnya di adopsi oleh Pemerintah Kabupaten Brebes menjadi sebuah gerakan yang terstruktur,masif dan berkesinambungan yang pada akhirnya menjadi Gerakan kembali Bersekolah (GKB).

Anda dapat mengenal sosok lengkap siapakah Kang Bahrul Ulum bisa melihat catatan menarik dan ulasan di website resmi www.bahrululum.net atau bisa kunjungi di akun Kompasiana

 

 

Aziz Amin | KomBes KBC-10

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.