banjarharjo 2
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Banyak Tantangan Mengembalikan Anak Untuk Bersekolah

Berdasarkan data 2019 di Brebes masih ada sekitar 924 Anak Tidak Sekolah (ATS), tentu saja itu dari hasil survey Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP). Pendataan tersebut yang memenuhi kriteria untuk bisa masuk program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Kriteria GKB adalah anak yang belum pernah bersekolah, putus sekolah dan tidak lanjut sekolah sesuai jenjang pendidikannya. Alasan mereka tidak sekolah biasanya karena tidak adanya biaya, kalau hanya karena hal ini maka solusinya tinggal mendatangi orang tua atau wali anak dan membicarakan untuk disekolahkan melalui program GKB.

Namun pada kenyataannya banyak ATS bukan karena masalah biaya, tapi karena anak tersebut memang malas sekolah. Bahkan orang tua sampai tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan keadaan anaknya. Biasanya kemalasan anak ini karena pergaulan, kecanduan game online ataupun ikut gerombolan anak-anak yang putus sekolah lainnya.

Inilah tantangan bagi FMPP untuk bisa merayu anak-anak macam ini agar mau kembali bersekolah. Jadi bukan hanya mereka yang tidak punya biaya namun juga mereka yang punya masalah sosial. Bahkan ada anak yang memilih keluar sekolah dan pergi ke kota besar untuk bekerja, alasannya lebih bebas bahkan bisa punya uang sendiri.

Ketua FMPP Kabupaten Brebes Bahrul Ulum, SE. M.Si,  menyampaikan utama  pada  Tanggungjawab anak adalah orang tua, manakalah orang tua belum maksimal dalam pembiayaan sekolah bagi anaknya, maka negara harus hadir untuk memenuhinya, salah satunya adalah Kebijakan ATS melalui  terGKB.

“Garda terdepan adalah Pemdes  sebagai sumber pendataan ATS yang akurat, dukungan pembiayaan dari dana desa dan tempat konsultasi yang mudah diakses oleh semua warganya tentunya dengan melibatkan FMPP Desa untuk memastikan dan mendampingi anak tersebut kembali bersekolah,” jelasnya.

Dari statement ketua FMPP tersebut maka FMPP desa harus benar-benar turun ke lapangan untuk mendampingi ATS baik yang karena biaya atau masalah lain sampai mereka bisa kembali ke sekolah. Harus punya jurus jitu ilmu psikologi untuk bisa mengajak ATS usia remaja yang kadang mengalami kesusahan untuk dikembalikan ke sekolah.

Bahkan mungkin masih ada ATS yang belum terdata karena orang tua menutupi atau tidak ada laporan ke pemdes maupun FMPP setempat. Jadi masih ada PR untuk FMPP desa mendata kembali lebih teliti jumlah ATS dan benar-benar berjuang keras bila ingin GKB lebih sukses lagi sehingga Kabupaten Brebes benar-benar bisa mengentaskan semua ATS pada jalur pendidikan masing-masing.

Penulis : Vera Shinta | Kompasianer Brebes tinggal di Paguyangan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.