Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

BPD Desa Pandansari Buka Posko Aspirasi Pada Acara Budaya

Menurut modul sekolah anggaran (sekar) desa yang diterbitkan Seknas FITRA bersama KOMPAK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

BPD merupakan mitra pemerintah desa dalam menjalankan tugas demi kemajuan desa. BPD punya beberapa tugas dan fungsi dalam pelaksanaan pemerintahan desa, salah satunya adalah menggali, menampung, mengelola dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Dari tugas inilah maka Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengajak BPD Desa Pandansari sebagai desa dampingan untuk mengadakan pekan aspirasi. Dimana kegiatan tersebut dilakukan oleh BPD dengan menanpung aspirasi dan aduan dari masyarakat untuk dikelola dan diselesaikan dengan pemdes.

Dalam melaksanakan pekan aspirasi BPD Pandansari membuat posko pada acara budaya yang dilaksanakan di Kalikidang (20/9) dengan mengusung tema “berbudaya berbahagia bersama”. Pada acara tersebut BPD dan relawan pekan aspirasi membuat stand dengan menyediakan kotak aspirasi dan form aspirasi serta pengaduan yang bisa diisi oleh seluruh warga Desa Pandansari.

Posko aspirasi ini mendapat sambutan baik dari warga, mereka merasa punya kesempatan bisa menyampaikan aspirasi ataupun aduan pada saat itu, karena selama ini kadang mereka ingin menyampaikannya tapi ada rasa takut ataupun tidak tahu hatus disampaikan kemana dan pada siapa.

Praktik baik ini disambut dengan dukungan penuh dari Irwan Susanto selaku Kepala Desa Pandansari dengan memberikan sosialisasi pada warganya agak mendatangi posko aspirasi BPD apabila ada yang ingin disampaikan demi kemajuan desa.

“Silahkan bagi semua warga untuk menyampaikan aspirasinya ataupun aduan melalui posko aspirasi BPD agar nanti bisa kami tindaklanjuti bersama-sama, sehingga antara BPD dan Pemdes akan ada komunikasi yang baik demi kemajuan desa,” ungkap Irwan.

Adi Assegaf selaku LC FITRA di Kabupaten Brebes juga mengatakan bila semakin banyak masyarakat yang memberikan aspirasi dan aduan kepada pemerintah desa dan BPD mengelola serta menyalurkan aspirasi masyarakat dalam musdes, maka pembangunan desa semakin partisipatif.

Diharapkan dengan aktifnya BPD menampung aspirasi melalui kegiatan-kegiatan yang ada di desa maka masyarakat akan memiliki wadah yang tepat dalam menyampaikan aspirasinya.

Vera Shinta KBC-26

VERA SHINTA

VERA SHINTA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *