BPD Wanatirta
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

BPD Wanatirta Siap Kawal Aspirasi Warga Bidang Pendidikan

Permendagri No.110/2016 tentang Tugas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mempunyai fungsi, membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. Kata kunci dalam hal ini adalah Menampung dan mengawal aspirasi warga, Pengawasan Kinerja Kepala Desa dan Legislasi pada tingkat Desa.

Wajar jika kemudian kemudian BPD Wanatirta sebagai salah satu dari desa dampingan dari Forum Indonesia Transparansi Untuk Anggaran ( FiTRA) Provinsi Jawa Tengah ingin mengimplementasikan Sekolah Anggaran bagi Desa, Bagaimana cara mengawal dan mengawasi kinerja Kepala Desa, termasuk bagaimana Perwakilan BPD ini bisa mendapatkan peningkatan kapasitasnya.

Terkait daerah dampingan Fitra Jateng di Kabupaten Brebes yakni ada 6 Desa meliputi Desa Wanatirta, Desa Kedungoleng, Desa Paguyangan, Desa Pandansari, Desa Kretek dan Desa Cipetung.  Desa-desa ini mendapatkan kesempatan yang inten agar fungsi-fungsi BPD ini maksimal, termasuk menjadi pusat pembelajaran bagi Desa di Kabupaten Brebes ketika belajar tentang BPD.

Koordinator Kabupaten Brebes Fitra Jawa Tengah Adi Assegaf, S.Kom mengatakan, semakin aktif BPD dan masyarakat dalam menjalankan pembangunan maka kebijakan pembangunan tersebut akan semakin tepat sasaran, sebab membangun bukan berdasarkan pada keinginan namun berdasar pada kebutuhan masyarakat.

Bahkan menurut Adias, bila semakin banyak masyarakat yang memberikan aspirasi dan aduan kepada Pemerintah Desa dan BPD mengelola serta menyalurkan aspirasi masyarakat dalam musdes, maka pembangunan desa semakin partisipatif.

Termasuk Adias juga berpesan bahwa, sebuah Perencanaan pembangunan desa mestinya jangan sampai melupakan dari prinsip perencanaan pembangunan itu sendiri, yang bersifat akuntabel serta responsif gender dan inklusif bahwa program atau kegiatan dapat dipertanggung jawabkan dan harus dirasakan oleh kelompok perempuan, penyandang disabilitas, lansia, anak dan kelompok rentan lainnya.

Adias juga menjelaskan, dengan adanya UU Desa dan Permendagri 110 tahun 2016 tentang BPD, peran BPD di pemerintahan desa menjadi lebih penting, penguatan BPD terkait tugas dan fungsinya menjadi sebuah keharusan agar BPD setelah dilantik mampu menjalankan amanatnya. Kompak bekerjasama dengan Seknas Fitra membuat modul sekolah anggaran (Sekar Desa) sebagai bahan penguatan untuk BPD dan dapat juga dijadikan bahan untuk bimbingan dan pengawasan bagi Pembina Teknis Pemerintah Desa (PTPD).

Bentuk Komitmen BPD Wanatirta di Bidang Pendidikan

Ada satu hal yang menarik dari sinergitas antara BPD dengan Kepala Desa di Desa Wanatirta, pertama bahwa Pihak Desa dan BPD sepakat untuk memastikan agar di Desanya itu terjadi akselerasi Wajar Pendidikan 12 tahun, ini artinya di desa ini agar tidak ada anak usia 7-18 tahun ini yang masuk kategori Anak Tidak Sekolah. Maka dibentuklah Tim Pendidikan Untuk Semua dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan, dimana mereka adalah garda terdepan dalam bidang pendidikan.

Kedua, yang dilakukan oleh BPD adalah menampung aspirasi warga dan siap menyalurkan aspirasi di forum perencanaan tertinggi yakni Musdes, dimana salah satu prioritas layanan dasar harus mendapatkan perhatian di tahun 2021, seperti bagaimana agar anak usia dini mendapatkan layanan 100 persen, bila memang ada dusun yang masih banyak anak tidak terlayani PAUD, maka BPD siap untuk menerima usulan anggaran dan kegiatan apa sih yang sesuai dengan pencapaian target tersebut.

Ketiga, BPD juga siap mengawasi anggaran yang ada di Desa, agar anggaran ini tepat sasaran, tepat waktu dan tepat pelaporan, karena ini adalah indikator penting bagi desa, agar kinerja dan alur perencanaan tetap berjalan dengan baik.

Keempat, BPD juga harus mendapatkan haknya yakni belajar dalam peningkatan kapasitas, wajar jika kemudian di tahun 2021 para pengurus BPD akan menimba ilmu ditempat lain, sehingga ada ilmu yang diperolehnya bisa memajukan desanya, lebih-lebih bagaimana agar bukan hanya bidang pendidikan saja, tapi bidang lain seperti kesehatan dan pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi dimaksimalkan, sehingga dengan adanya Dana Desa yang diperolehnya bisa dimaksimalkan dengan baik dan berkelanjutan.

Penulis : Bahrul Ulum | KBC-01 | Pegiat Sosial tinggal di Brebes

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.