Dok FMPP Kab. Brebes
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

GKB Bukan Gerakan Biasa, Tapi Soal Kepedulian Pada Anak Bangsa

Salam KomBes, Komunitas Brebes yang juga kompasianer brebes punya karya bagaimana menjadikan Kabupaten Brebes lebih dikenal dan dilihat masyarakat luas.

Ini soal mengenal Kabupaten Brebes, soal bagaimana peduli anda sebagai masyarakat brebes dan khususnya Pemerintah terhadap nasib anak bangsa, bisa anda bayangkan kalau anda melihat dijalanan banyak anak – anak punk, banyak anak – anak usia sekolah yang seharusnya berada di lingkungan sekolah akan tetapi bebas berkeliaran dijalanan.

Bagaimana kepeduliaan anda melihat anak – anak usia sekolah yang seharusnya sedang bermaen dan belajar di lingkungan sekolah sudah harus banting tulang bekerja ( mencari nafkah ), tentu mereka adalah aset dari bangsa ini khususnya Kabupaten Brebes, bagaimana masa depan bangsa kita, bagaimana masa depan mereka kalau sedari diusia anak – anak, remaja mereka tidak dapat mengenyam pendidikan dasar yang layak untuk membekali pengetahuan dan ketrampilan yang cukup guna masa depannya.

Tidak Mudah Tapi Belum Tentu Tidak Bisa

Tidak ada kata “ Susah “, saya menyebutnya memang menghadapi kondisi permasalahan sosial tidak seperti melihat masalah lain, dan penanganannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, tentu itu semua “ Tidak Mudah “ ya saya ulangi itu semua “ Tidak Mudah “ akan tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Artinya tidak ada kata “ Susah “ selagi kita mau mencoba untuk melihat, memperhatikan, mengkaji dan merumuskan bagaimana persoalan dan hal yang bisa dilakukan, walau tidak mudah tentu bisa dilakukan bila semua element bergandeng tangan untuk memecahkan persoalan sosial ini, khususnya yang terjadi di Kabupaten Brebes.

Kabupaten Brebes Membuktikan Kesuksesan GKB Jurus Jitu Atasi ATS

Kabupaten Brebes secara nyata membuktikan bahwa GKB sebagai jurus jitu atasi anak tidak sekolah (ATS), GKB adalah kependekan dari Gerakan Kembali Bersekolah, gerakan yang digagas pertama kali oleh masyarakat pemerhati pendidikan tahun 2016 dengan merintis gerakan mengembalikan anak tidak sekolah oleh kelompok kecil yang saat itu dinamakan Celoteh Brebes Membangun (CBM), sukses mengambil hati Pemerintah Kabupaten Brebes pada FGD tahun 2017 yang bermuara pada launcingnya Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten mengukuhkan Forum masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) yang sebelumnya bergerak dengan melibatkan relawan CBM, untuk masuk dalam kelembagaan resmi yang dipayungi regulasi Pemerintah Kabupaten Brebes pada tahun 2016.

Sejak itulah, ada komitmen yang kuat antara relawan pendidikan ini dan menyepakati bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dalam hal ini adalah Bapperlitbangda Kabupaten Brebes dengan menyepakati pengembalian ATS ke Sekolah sebanyak 1000 anak, dan dipastikan mereka belajar di sekolah.

GKB Sebagai Prestasi Inovasi Kabupaten Brebes

GKB Bukan Gerakan Bisa, saya sematkan melihat bagaimana GKB saat ini yang telah menjadikan Kabupaten Brebes dikenal dikancah nasional bahkan internasional terkait dengan inovasi dalam pelayanan publik.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 menjadi ajang pemerintah daerah untuk mengenalkan terobosan terbarunya. Dan Pemerintah Kabupaten Brebes salah satu menorehkan tinta emas mewakili Provinsi Jawa Tegah.

Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan inovasi dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Brebes.

Sekda Brebes Djoko Gunawan menurutkan inovasi ini adalah sebuah upaya mengembalikan ATS kembali ke sekolah, di mana salah satu item dalam regulasi Peraturan Bupati 115/2017 yakni memastikan semua anak di desa mengenyam pendidikan baik di formal, non formal dan informal.

Sebagai masyarakat Kabupaten Brebes saya patut bangga atas semua upaya semua pihak yang telah merintis, menggagas dan mulai bersinergi sehingga anak – anak putus sekolah atau anak – anak tidak sekolah bisa diupayakan dikembalikan lagi ke sekolah demi masa depan mereka.

Saya mengakui masih ada banyak hal kendala dan kekurangan bagaimana mereka beradaptasi disekolah setelah dikembalikan dan bagaimana kendala lain, pastinya ini masih dalam serangkaian upaya perbaikan dan pembenahan GKB kedepannya, mengingat tidak mungkin sebuah program penyelesaian masalah sosial akan sesederhana membalikkan telapak tangan, disini perlunya sinergitas semua elemen masyarakat dan pemerintah.

 

Aziz Amin, KBC-10
Trainer & Hipnoterapist
WA : 0858.6767.9796

1 komentar untuk “GKB Bukan Gerakan Biasa, Tapi Soal Kepedulian Pada Anak Bangsa”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.