Pelatihan pendataan ATS dengan Aplikasi ODK Collect di Kabupaten Brebes
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Kendala ATS, Ternyata Bukan Karena Kemauan Anak Semata

Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi ODK Collect untuk rekonfirmasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS) tahun 2020 yang diselenggarakan pada hari Senin-Selasa, tanggal 22-23 Juni lalu di Kantor Baperlitbangda Kabupaten Brebes, menghasilkan suatu rencana kerja tindak lanjut dari para pengurus FMPP di setiap Kecamatan Kabupaten Brebes, untuk kembali mendata anak-anak yang tidak sekolah, yang putus sekolah, dan yang putus tapi tidak lanjut, agar mereka mau bersekolah kembali sesuai dengan usia dan kemauan anak tersebut, apakah mau meneruskan pendidikan di sekolah formal, seperti SD, SMP, atau SMA, atau di lembaga non formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh Kecamatan Kabupaten Brebes.

Pendataan pun kemudian kembali dijalankan. Untuk dapat mengetahui keberadaan ATS memang tak terlalu sulit, karena data sudah valid sesuai dengan data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM). Justru yang cukup melelahkan adalah kondisi jalan yang cukup susah dijangkau, karena cukup terjal dan berliku. Memang bagi warga sekitar yang sudah terbiasa melewati jalan tersebut ya pasti merasa tenang-tenang saja, berbeda dengan orang-orang yang belum terbiasa melewatinya, pasti merasa agak takut juga. Tapi ya di situlah salah satu tantangan yang justru membuat lebih semangat bagi para pendata, karena bertambahnya pengetahuan dan juga pengalaman yang diperoleh.

Pendataan desa Kedungoleng, terdapat lima anak ATS menurut data SIPBM yang terkonfirmasi. Sedangkan anak-anak yang tidak terkonfirmasi dalam data SIPBM, masuk dalam form pendataan.  Dari lima anak ATS, setelah dituju ke rumahnya, dua diantaranya sudah bekerja diluar kota, dengan harapan sangat kecil untuk mau bersekolah lagi, satu anak mau melanjutkan ke PKBM, satu anak berada dirumah, namun tetap tidak mau sekolah, sedangkan satu anak lagi ternyata tidak ditemukan nama anak tersebut dalam alamat sesuai dengan data SIPBM.

Untuk anak yang tidak masuk dalam data terkonfirmasi, sedangkan anak tersebut ada, maka akan di masukkan dalam formulir pendataan. Kiki (17), dengan ekspresi malu-malu dan seperti ada rasa takut kepada kedua orangtuanya, mengatakan kalau dirinya ingin sekolah lagi, melanjutkan ke SMA, karena kurang lebih baru satu tahun ia lulus SMP. Karena ketiadaan biaya, maka orangtuanya tidak mendukung anaknya untuk melanjutkan sekolah di SMA. Entahlah, orangtua maupun keluarganya seperti tidak peduli dengan keadaan Kiki. Memang jika dilihat keadaan rumahnya cukup memprihatinkan, karena anak-anaknya yang sudah berkeluarga pun masih tinggal di rumah tersebut, belum lagi beberapa cucunya yang ditinggal begitu saja, yang mau tidak mau menjadi beban keluarga tersebut. Sepertinya ketidakpedulian keluarga tersebut berawal dari pendataan-pendataan yang selama ini dialami oleh keluarga Kiki, namun tidak ada peningkatan yang lebih baik dari keluarga tersebut, begitu mungkin pikir orangtua Kiki, karena bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang dulu pernah ia dapat pun sekarang “dicabut”, sehingga kini mereka tidak mendapatkan lagi, entah mengapa.

Kiki, ATS yang ingin melanjutkan sekolah formal

Kendala yang dialami oleh Kiki adalah, ia mau meneruskan sekolahnya di SMA, secara formal, namun orangtuanya keberatan karena setiap hari harus menyiapkan uang transport untuk Kiki, belum lagi ada alat-alat tulis dan seragam. “Terus terang kami ga mampu untuk membiayai Kiki sekolah, kalau harus setiap hari menyiapkan uang transport”, ujar Kasum, ayah Kiki.

Ternyata Kiki tidak melanjutkan sekolah bukan karena kemauan Kiki, tapi karena keluarga Kiki yang kurang mendukung dengan alasan kesulitan ekonomi, sungguh amat disayangkan, keluarga seharusnya mendukung sepenuhnya kebutuhan anak tentang pentingnya pendidikan. Saya sebagai pendata, akan sangat bahagia sekali, bila keinginan Kiki untuk sekolah lagi bisa terlaksana.

Penulis : Nur Khasanah – KBC-27, EMK 02 Kombes Jateng

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.