IMG-20191217-WA0134
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Kendala FMPP Desa Kedungoleng Dalam Mengatasi ATS di Desanya

Pembentukan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Kedungoleng yang di bentuk pada hari Senin, tanggal 26 Maret 2018 di Aula Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan, ternyata belum memperoleh hasil yang maksimal, karena terbentur dengan beberapa kendala. Padahal seharusnya kegiatan FMPP yang sasaran utamanya adalah Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) akan dapat berjalan maksimal, jika semua komponen masyarakat bisa berperan dalam keterlibatannya mensukseskan GKB, sebagaimana yang telah di sampaikan oleh H.Moh. Robikhun, M.Ag selaku Ketua GKB Brebes.

“Keterlibatan semua komponen untuk mensukseskan GKB sangatlah penting, termasuk dunia usaha dan edukasi dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk membantu meyakinkan warganya bila anak tidak sekolah agar di laporkan di pemerintah desa setempat, kemudian bantu motivasi orangtua dan anaknya agar mau sekolah. InsyaAllah, lima tahun ke depan akan meningkatkan kualitas anak Brebes agar tidak meninggalkan generasi yang lemah”, jelasnya. Rabu (06/05/2020).

Kendala FMPP Desa Kedungoleng

Kegiatan FMPP yang telah di bentuk dua tahun yang lalu, ternyata tidak bisa berjalan maksimal, karena adanya beberapa kendala, diantaranya :
Kesatu, kurangnya koordinasi dari semua komponen dalam keterlibatannya memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak putus sekolah.

Kedua, FMPP yang telah terbentuk kemudian tidak ada tindak lanjut dalam kegiatan berikutnya. Intinya, hanya ada pembentukan, namun tidak ada kelanjutan.

Ketiga, para pendata terpaksa bekerja sepihak atau bekerja sendiri, sehingga mengalami kesulitan karena tidak adanya data valid tentang ATS.

Keempat, kurangnya data yang valid membuat anak-anak yang di data sebagai ATS kemudian sudah tidak ada di tempat, karena ada yang sudah bekerja, bahkan ada yang sudah menikah.
Kelima, anak-anak yang berhasil di data, umumnya memilih untuk ikut kejar paket di PKBM.

Itulah beberapa kendala yang menyebabkan GKB Desa Kedungoleng pada tahun yang lalu masih kurang maksimal dalam pelaksanaannya. Sangat di sayangkan memang, karena kurangnya koordinasi dan juga dukungan serta perhatian dari semua pihak membuat anak-anak yang seharusnya masih sekolah kemudian menjadi ATS. Padahal masa depan mereka masih panjang dan di harapkan sebagai tunas bangsa, dan menempuh pendidikan adalah hak mereka.

Ditempat terpisah, Penanggungjawab GKB Kabupaten Brebes Ir. Djoko Gunawan, MT selaku Sekda Brebes mengatakan, GKB adalah upaya Pemerintah Kabupaten untuk mengatasi ATS kembali bersekolah. Pastikan semua anak di Brebes harus sekolah, karena mereka punya hak untuk memperoleh pendidikan. Dukungan semua komponen sangat penting dalam mensukseskan GKB.

” Pastikan semua anak sekolah, jika ada kendala dalam pelaksanan di lapangan, bisa berkonsultasi dengan Pihak Desa, FMPP Kecamatan, CamatĀ  dan Sekretariat GKB Kabupaten Brebes untuk di carikan solusinya,” imbuhnya.

Kemudian, Salah satu Pengurus FMPP Kecamatan Paguyangan, melalui Sekretaris FMPP Lidia Alfi nantiĀ  akan segera menindaklanjuti bersama-sama dengan pengurus yang lain, dan segera melaporkan kepada Ketua FMPP Kecamatan Paguyangan agar kendala yang ada di Desa Kedungoleng, agar masalah yang ada bisa terselesaikan dengan baik.

Penulis berharap, agar FMPP di tahun-tahun mendatang benar-benar mampu bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat dalam kegiatannya mensukseskan GKB, sehingga tidak ada lagi ATS di Desa Kedungoleng.

Nur Khasanah | KBC-27 | Kompasianer Brebes | Jawa Tengah

1 komentar untuk “Kendala FMPP Desa Kedungoleng Dalam Mengatasi ATS di Desanya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.