Didi Kepot
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Lord Didi Berpulang, Sobat Ambyar ambyar se ambyar ambyarnya…

Innalillahi wa innailahi rojiun, ada awal ada akhir, ada saat datang ada pula pergi, bersama dan berpisah demikian juga adanya kelahiran ada pula kematian, lahir di Surakarta, 31 Desember 1966 Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan Didi Kempot, putra mendiang Ranto Edi Gudel yang lebih dikenal dengan Mbah Ranto adalah seniman tradisional terkenal pada zamannya.

Menuruni darah seni dari orang tuanya Didi Kempot sukses melakoni perjalanan hidupnya dengan menapaki karir gemilang dibidang seni khususnya seni musik campursari yang menjadikan dirinya sebaagai seorang maestro dengan menciptakan lagu lagu yang selalu diterima di pasaran, keunikan dan khas lagu didi menjadikan ia memiliki banyak penggemar dari kempoters sampai terakhir pada tahun 2019, Sobat Ambyar mengukuhkan diri sebagai wadah penggemar fanatik Didi Kempot dengan menyematkan nama Lord Didi sebagai Bapak Patah Hati Nasional ( Godfather of Broken Heart )

Hari ini Selasa, 5 Mei 2020, Sobat Ambyar benar – benar merasakan sensasi yang sangat ambyar dibandingkan perasaan ambyar yang sebelumnya sering terjadi saat konser, ya saya memaklumi bagaimana sobat ambyar benar – benar ambyar saat sang maetro konser, atau hanya sekedar mendengarkan lagu – lagu campursari via youtobe, ini semata karena hampir semua ( tidak semua ) mereka sobat ambyar memiliki cerita atau kisah yang sesusi atau bahkan mirip dengan tema dan lirik lagu Lord Didi.

Ya…, saya tidak tahu tepatnya apa itu pilihan atau kebetulan bahwa diawal karir didi sebagai pengamen di surakarta dengan khas jawa, maka sangat wajar kalau lagu yang dipilih adalah lagu – lagu daerah dalam hal ini jawa, dan selama itu didi telah mulai membuat lagu – lagu sendiri dari tahun 1984 – 1986, hingga pada akhirnya menetapkan pilihan hijrah ke jakarta tahun 1987.

Berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen, bergabung dengan kelompok pengamen trotoar ( kempot ), menjadikan ia dijuluki sebagai  Didi “Kempot” yang merupakan kependekan dari Kelompok Pengamen Trotoar itu.

Didi Kempot menjadi nama hoki yang melekat sampai kini sampai pada sebutan Lord Didi disematkan saat ia disebut – sebut dinobatkan oleh penggemarnya sebagai Bapak Patah Hati Nasional ( Godfather of Broken Heart ) pada tanggal 15 Juni 2019 di Rumah Blogger Indonesia (RBI), Jl. Apel III No.27, Kel. JajarKec. LaweyanSurakartaJawa Tengah, pada acara Musyawarah Nasional (Munas) Pengukuhan Awal yang diselenggarakan oleh Solo Sad Bois Club.

Sobat Ambyar yang tidak hanya didominasi orang dewasa atau kaum tua, penggemar Lord Didi justru dodominasi oleh kaula muda atau kaum milineal yang tergabung dalam Sobat Ambyar yang mereka menyebut diri mereka Sad Boys (untuk laki-laki) dan Sad Girls (untuk perempuan). Tentu bagi anda yang lahir tahun 80 an atau 90 an yang merupakan penggemar dan penikmat lagu campursari didi kempot masih tertinggal informasi dalam wadah Kempoter, yang ternyata saat ini lebih terorganisasi penggemar Lord Didi sebagai Sobat Ambyar.

Ambyar se ambyar ambyarnya hari ini 5 Mei 2020

Yah…, bak mendengar dan melihat petir disiang bolong yang terang benderang, baru kemarin disuana yang seba prihatin pandemi covid 19, Lord Didi membuat konser amal untuk membantu petugas garda terdepan medis dan paramedis dalam melawan covid 19, yang sukses sebagai karya sang maestro mendadak dikejutkan dengan berita bahwa sang maestro telah berpulang, bahwa Lord Didi telah meninggal dunia.

Ya, Didi Kempot menghembuskan nafas terakhir di usia 53 tahun di RS Kasih Ibu Solo pukul 7.30 WIB, sampai saya menuliskan artikel ini belum ada konfirmasi resmi apa yang menyebabkan sang maestro meninggal dunia mendadak, mengingat sebelumnya Lord Didi sama sekali tidak mengeluh sakit dan tidak memiliki catatan riwayat memiliki penyakit.

Ini menjadikan banyak spekulasi pemberitaan online yang mencoba menerka apa yang menjadikan Lord Didi meninggal dunia, baik diperkirakan karena serangan jantung sampai dengan kelelahan mengingat beberapa waktu belakangan ia telah menggarap beberapa project dan sedang mempersiapkan 30 tahun Lord Didi kempot Berkarya dalam tajuk “ Ambyar Tak Jogeti “.

Konser #Ambyar Tak Jogeti sejatikan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2020 di Gelora Bung Karno dalam rangka 30 berkarya didi kempot sekaligus sebagai upaya penggalangan dana untuk membantu penanggulangan covid 19.

Rencana tinggal rencana, mimpi tinggal mimpi, manusia hanya bisa berencana dan Allah Ta’ala yang Maha Kuasa atas segalanya termasuk kepergian sang maestro musik indonesia khususnya campursari, Lord Didi bagi Sobat Ambyar.

Pertanyaan dalam benak saya adalah akankan Konser #Ambyar di Jogeti akan tetap dilaksanakan untuk menghormati upaya beliau dan mewujudkan impian terakhir Lord Didi, atau justru akan jadi kenangan yang tidak akan terjadi mengingat sebelumnya diakun twitter didikempot_official bahwa tiket konser ini telah dapat dibeli sejak tanggal 1 Mei 2020.

Dalam pengandaian saya bila konser ini tetap dilaksanakan, apakah yang akan terjadi pada Sobat Ambyar ? mampukan Sobat Ambyar njogeti konser ini pada tanggal 20 Juli 2020, atau akan haru pilu konser super ambyar yang akan menjadi legenda konser terambyar dan penutup mengenang Bapak Patah Hati Nasional, sebuah sematan nama yang menyisakan rasa patah hati dalam bagi para penggemarnya.

Selamat jalan Lord Didi, Didi Kempot atau sebutan apa lagi yang melekat, karyamu akan selalu dikenang dan semoga engkat tenang disana dan diterima segala amal ibadahnya serta segala amal baik dan karya positifmu menjadi bernilai ibadah.

Aziz Amin | Kompasianer Brebes KBC-10
Trainer & Hipnoterapist
WA : 0858.6767.9796

Tulisan ini sudah dipublish di www.kompasiana.com berjudul Mampukah Sobat Ambyar Jogeti GBK 10 Juli 2020 ? ” 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.