Pepedan 2
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Mengenal LPPM ITB Semarang Sebagai Mitra UNICEF Untuk Penanganan ATS di Brebes

Peran perguruan tinggi dalam melakukan tugas sebagai pusat pendidikan, pusat kajian penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat sangat penting untuk memberikan dampak kentara bagi daerah. Terlebih lagi bahwa lingkungan perguruan tinggi dimanapun berada, sedang mengalami perubahan yang sangat cepat, secara global perubahan terlihat dalam bentuk berkembangnya masyarakat informasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan oleh individu dan atau organisasi akan menjadi prasyarat dan modal dasar dalam upaya pengembangan diri dan organisasi dalam situasi yang kompetitif.

Perguruan tinggi harus menjadi tempat menggelorakan semangat kuat untuk mengembangkan jati diri calon pemimpin bangsa dan menimba ilmu pengetahuan. Seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi, fungsi dan peran perguruan tinggi sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah pendidikan calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pusat kekuatan moral, dan sebagai pusat pengembangan peradaban bangsa

Untuk mewujudkan fungsi dan peran perguruan tinggi, LPPM Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang di tahun 2020 mendapatkan kepercayaan sebagai mitra dari Lembaga International yang fokus pada anak-anak yaitu UNICEF. Kepercayaan ini menjadi modal utama dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. Fokus dari kerjasama dengan lokus daerah di Kabupaten Brebes untuk penanganan Anak TIdak Sekolah (PATS) dimana Kabupaten Brebes dijadikan sebagai satu Kabupaten percontohan nasional dalam upaya pengembalian ATS ke Sekolah.

Periodisasi kerjasama di tahun terakhir ini menjadi sebuah momentum penting bagi Kabupaten lokus program terutama di Brebes, karena rintisan awal hingga proses akhir program harus memiliki dampak yang signifikan atas apa yang sudah dilakukan dan harus didokumentasikan secara menyeluruh, sehingga kerja berbasis bukti benar-benar dipertanggungjawabkan, dan bisa memberikan manfaat kepada Kab/Kota yang lainnya, disaat mereka ingin meniru, dan menduplikasi langkah-langkah program yang sudah dilakukan, termasuk tetap memberikan ruang inovasi pendidikan yang nantinya bisa di replikasikan atas kerjasama yang sudah dilakukan.

Sebagai Leader Kerjasama UNICEF-ITB Semarang-Pemkab Brebes Dr. Jasman selalu mengatakan disetiap pertemuan, bahwa betapa pentingnya pendidikan karakter sebagai pondasi kuat bagi siapapun yang belajar, karena pendidikan karakter itu tumbuh di sebuah lingkungann keluarga yang baik, warga belajar harus mendapatkan pendidikan semua, terlebih lagi jika ada anak tidak sekolah di satu daerah, kemudian mereka tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan, maka disinilah betapa pentignya kehadiran semua komponen untuk secara cepat, dan sigap melakukan upaya pengembalian anak tidak sekolah ke jenjang pendidikan formal atau non formal, dan ini bagian dari mendidik generasi yang berkualitas.

Jasman menambahkan, bahwa belajar pendidikan tak kenal usia, belajar sepanjang hayat, Pendidikan bisa merubah kesejahteraan bagi seseorang, semakin berkualitas pendidikan maka bisa memutus mata rantai kemiskinan.
Disinilah ITB Semarang juga menginisiasi program tuntas mentas, yaitu sebuah program yang sengaja digagas oleh Perguruan tinggi ITB semarang dalam memberikan komitmennya untuk program khusus, maksudnya khusus adalah Pendidikan tuntas mentas utamanya bagi golongan menengah ke bawah untuk kuliah dan bekerja bisa menjadi magnit daya tarik bagi ATS untuk semangat kembali bersekolah.

Kerjasama kemitraan yang dilakukan oleh UNICEF kepada Brebes dengan melibatkan LPPM ITB Semarang dapat di deskripsikan sebagai berikut :
1. Penguatan Kelembagaan GKB melalui Pertemuan Rapat Koordinasi di Level Kabupaten : Kegiatan ini untuk memperkuat tim di level Kabupaten, termasuk penyebarluasan informasi, updating kegiatan apa yang sudah dilakukan, dan folllow up apa saja yang perlu di kembangkan.
2. Pendampingan RAD PATS di Kabupaten BrebesĀ  : Mengukur keberhasilan intervensi penanganan PATS di Kabupaten Brebes melalui implementasi kewenangan program yang sudah ditetapkan, agar aspek kesinambungan program tetap dijalankan.
3. Workshop Replikasi Model Pendidikan Universal bagi Anak di Desa : Memberikan peningkatan kapasitas kepada 10 Desa replikasi dalam memberikan pemahaman tentang Pendidikan Universal bagi anak di Desa, komitmen regulasi yang kuat, dukungan penganggaran desa, inovasi desa.
4. Monitoring Kegiatan GKB di 14 Desa Sasaran ( Intervensi dan Replikasi ) : Memantau secara langsung pelaksanaan GKB di desa sasaran, dengan mengisi instrumen monitoring GKB.
5. Magang Desa Replikasi di Desa Intervensi Pendidikan Untuk Semua : Wujud komitmen kuat bagi Tim Desa agar mau ATM (amati, tiru, dan modifikasi ) sehingga saat mau mereplikasi bisa belajar dilapangan di desa.
6. Peningkatan Kapasitas Pengurus FMPP dan Tim PU Desa di 14 Desa Sasaran : Memberikan bekal yang cukup kepada para pengurus PU dan FMPP agar memahami tugas dan kewajiban sebagai pengurus dan tahu mekanisme dalam bekerja.
7. Pendampingan Penyusunan RAD Pendidikan Untuk Semua : Memfasilitasi penyusunan dokumentasi RAD Pendidikan Untuk Semua di 10 Desa Replikasi sesuai dengan sistematika penyusunan yang sudah disiapkan.
8. Rekonfirmasi ATS di 14 Desa Sasaran : Memastikan bahwa di Desa sasaran ada ATS yang dikembalikan setiap tahunnya, mencatat dan mendokumentasikan data ATS sebagai tolak ukur atas keberhasilan sesuai dengan baseline data yang ada.
9. Replikasi PATS di kabupaten lain : Memastikan adanya Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah menduplikasi penanganan ATS sebagai upaya dalam pemenuhan hak anak pada bidang pendidikan.

Penulis : Bahrul Ulum | Kompasianer Brebes | KBC-01 Tinggal di Brebes

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.