tenda negla
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Negla Brebes Punya Produksi Tenda dan Ayunan

Desa Negla Kecamatan Losari Kabupaten Brebes memiliki home industri usaha kecil mikro menengah (UMKM) yakni Tenda dan Ayunan. Didesain dengan tenaga trampil, tenda ini bisa digunakan untuk anak-anak latihan kemah, atau saat berlibur di obyek wisata dengan sangat santai tenda ini bisa di pasang dan anak-anak bisa memasuki tenda ini dan tidur dengan nyenyak.

Begitu pula dengan ayunan yang terbuat dari bahan kain yang sudah dijahit dan tali yang kuat, memberikan nuansa yang sangat berbeda, anak-anak bisa memanfaatkan moment seperti ini, sambil main handphone sambil berbaring, bahkan saat berlibur di obyek wisata dan disamping kiri dan kanan adalah hutan pinus, maka terasa sejuk, angin pegunungan begitu kentara, ditambah lagi sambil mendengarkan musik di handphone, matamu bisa langsung tertidur, sehingga fisik yang tadinya merasakan lelah, saat bangun langsung segar.

Produk tenda negla di produksi oleh pak taufik, dia salah satu pelaku usaha yang sudah mempunyai jaringan pasar yang lumayan, walaupun sementara ini pasar lebih banyak di wilayah Jawa, dan sistem pemasarannya adalah warga negla secara berkelompok memasarkan produknya di jalan nasional, jalan provinsi, maupun jalan Kabupaten, termasuk membuka kios di beberapa kota di Pulau Jawa.

Produk ini terbuat dari kain khusus, yang didesain dan dijahit dengan memberdayakan perempuan sekitarnya, lalu sistem tenda nya adalah buka tutup, artinya akan bisa terlihat wujudnya saat pralon yang ada dimasukan ke dalam lobang yang ada, kemudian dimasukan, kalau sudah tahu caranya, hanya butuh 10 menit untuk menerapkan tenda terseut menjadi tenda yang nyaman dan aman.

Taufik ini sudah menjalankan usahanya selama 6 tahun, dulu pernah bekerja di perusahaan tenda, dari pengalamannya inilah kemudian dia berhenti dari perusahaan tersebut, dan memilih untuk menjadi wiraswasta dengan kembali ke kampung halamannya, dan mulai dari modal kecil-kecilan hingga sekarang sudah mulai nampak ada dampak bagi masyarakat sekitarnya.

Terkait berapa harga tenda yang dibuat, ternyata sangat bervariatif, tergantung besar ukurannya, harga yang diberikan berkisarar antara Rp. 300rb hingga Rp. 450rb, sedangkan untuk pemasaran sementara ini menggunakan marketing tradisional, belum sampai ke marketplace atau dengan pola digitalisasi.

Selain tenda, pak taufik juga memberikan harga untuk ayunan juga sangat bervariatif, dari mulai Rp. 60ribu hingga 100 ribu, tentunya kalau dikasihkan kepada anak anda sebagai hadiah ulang tahun, maka anak anda akan riang gembira, dan bisa untuk belajar mandiri di rumah sambil membaca buku. Keren kan….

Ditempat terpisah, Kades Negla Bambang Irwanto, SE mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warganya, karena dengan usaha yang spesifik, tidak dimiliki oleh desa lain, pastinya akan menjadi sebuah peluang bisnis yang bisa menggerakan perekonomian masyarakat sekitarnya, sangat terbuka lebar untuk bermitra bisnis dengan pelaku usaha tenda dan ayunan ini, pihaknya akan selalu mempromosikan produk ini saat pertemuan dengan pemerintah di Kabupaten dan mengharapkan adanya pembinaan dari Dinas Koperasi dan UMKM agar ke depannya produk ini mampu bersaing dan tidak saling menjatuhkan harganya.

Penulis : Bahrul Ulum | Kompasianer Brebes | KBC-01

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.