gus dur
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Nur Nadlifah : Perdamaian Tanpa Keadilan itu Ilusi

Hari ini diperingati sebagai hari keadilan international (17 Juli 2020), sebuah momentum penting bagi kita semua yang hidup di negeri hukum, dimana semua warganya harus patuh dan mentaati aturan yang ada, jika melanggar pastinya akan mendapatkan hukuman.

Betap pentingnya orang yang adil, seperti para penegak hukum baik itu hakim di pengadilan agama, hakim di pengadilan negeri dalam memberlakukan putusan hukumnya, bahkan di Alquran pun ada makna adil yakni dalam surat al Hujurat ayat 49:9 disebut dengan Qisth.

Hakim adil berarti tidak bersikap imparsial, tidak memihak kepada siapapun, mereka harus menegakkan kebenaran, makanya filosofi timbangan itu tidak boleh memihak salah satu lawan. Hakim harus menetapkan hukum berdasarkan data dan bukti yang kuat, walauapun terkadang hakim ketemu dengan kolega, atau teman persahabatan, atau relasi atau suku yang sama, namun saat seseorang itu bersalah maka penetapan hakim harus adil.

Keadilan menurut Frans Magnis Suseno disebutkan bahwa keadilan yaitu suatu keadaan antar manusia yang diberlakukan dengan sama, yang sesuai dengan hak dan kewajiban seseorang.

Berbeda dengan pendapat ahli lainnya, menurut W.J.S. Poerwadarminto, pengertian keadilan adalah suatu kondisi tidak berat sebelah atau pun seimbang, yang sepatutnya tidak diputuskan dengan cara yang sewenang – wenang. Menurut Notonegoro, keadilan adalah suatu kondisi atau pun keadaan yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka yang adil dimaknai dengan jujur, lurus dan tulus, artinya sikap yang diambil itu bebas dari diskriminasi, ketidak jujuran, mereka yang adil berarti orang yang menggunakan kekuasaanya untuk kepentingan keadilan. Bila ada putusan berat sebelah, berpihak ke seseorang, atau menggunakan kekuasaan untuk kesewenang-wenangan maka orang tersebut sudah tidak memiliki prinsip keadilan, karena adil itu tidak harus sama.

Menurut Wakil Rakyat Nur Nadlifah, dari Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, hakikat keadilan sebenarnya ada dalam pancasila, yakni di sila kedua dan kelima, sedangkan jika dari UUD 1945, ada di alinea II dan IV, untuk keadilan juga ada di GBHN 1999-2004 tentang visi.

Keadilan dalam sila pancasila dimana ada pengakuan martabat manusia, perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, tidak diskriminasi dan menghargai potensi daya cipta, rasa, karsa dengan jelas.

Selain itu sila ke 5 juga disebutkan bahwa ada nilai keadilan sosial, seperti menghormati hak orang lain, hindari gaya pemborosan dan gaya hidup mewah, termasuk suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Gotong royong sebagai ruhnya warga Indonesia ini bagian dari menjaga kesetiakawanan sosial, dihadapan hukum juga semua rakyat Indonesia ini sama kedudukannya karena kita tidak boleh membeda-bedakan suku, ras, agama dan jenis kelamin.

Mereka yang suka memberikan pertolongan kepada orang lain itu bagian dari implementasi keadilan, karena manusia itu kan sebagai makhluk sosial, tak mungkin berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain, adanya kerjasama antara satu dengan yang lain itu menjadi wujud keadilan.

Adil bukan hanya persoalan hukum saja, tapi keadilan juga berlaku disemua dimensi kehidupan, misalnya keadilan di CSR atau corporate social responsibility (kepedulian perusahaan untuk memberikan keuntungan perusahaan kepada masyarakat), maka harus memiliki prinsip keadilan, dimana pemberian bantuan oleh perusahaan kepada masyarakat secara berkesinambungan dan ada jangka waktu yang ditentukan, termasuk CSR itu tidak membebani masyarakat.

Bagi anda yang tidak melakukan pemerasan terhadap orang lain maka anda sudah mengimplementasikan prinsip keadilan, karena kasus suap, pungli, sogokan yang marak disegala bidang itu sebenarnya tidak mencerminkan keadilan, dan ini jelas sangat merugikan semua pihak, baik itu negara, masyarakat dan lainnya, oleh karena itu sangatlah penting apabila semua warga negara ini benar-benar patuh, jangan sampai ada kesan bahwa hukum kelak bisa dibeli.

Penulis : Bahrul Ulum | KBC-01 Kompasianer Brebes tinggal di Kota Brebes

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.