IMG-20191126-WA0033
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Pendidikan Masuk Dalam Layanan Dasar di Desa, Desa Wajib Alokasikan

Pastikan semua anak bersekolah, Pendidikan itu masuk dalam layanan dasar di Desa, Jangan meninggalkan generasi yang lemah, dan salah satu jurus jitunya melalui belajar di sekolah, apakah belajar di satuan pendidikan formal, non formal (PKBM) ataupun informal (kursus, parenting, life skill) dan ragam cara untuk memastikan semua usia yang tidak beruntung dalam memperoleh pendidikan untuk bisa belajar sampai hayat.

Kabupaten Brebes sejak tahun 2019 sudah menginisasi pendidikan untuk semua di desa. Ada 4 desa yang menjadi intervensi yakni Desa Pepedan di Kecamatan Tonjong, Desa Benda di Kecamatan Sirampog, Desa Cenang di Kecamatan Songgom, dan Desa Parereja di Kecamatan Banjarharjo. 4 Kecamatan 4 Desa dijadikan role model awal bagaimana cara mengawali pendidikan untuk semua di desa.

Pertama yang di lakukan memperkuat tim Kabupaten untuk memahami substansi pendidikan untuk semua, mereka masuk dalam tim PU Kabupaten dengan tugas untuk memberikan peningkatan kapasitas pendampingan di desa pendidikan untuk semua usia di desa. Tim ini berasal dari OPD Teknis dan melibatkan tim GKB dan FMPP Kabupaten. Mereka di bekali bagaimana cara menyusun Rencana Aksi Daerah ( RAD) dari tim Fasilitor nasional.

Di level Kabupaten ada RAD Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS), dan di level desa disusun RAD Pendidikan Untuk Semua Usia di Desa. ke empat desa ini sudah memiliki RAD dan sudah dicetak dokumen RAD PU yang ada sebagai bahan kebijakan pendidikan di level desa. Tim PU ini berasal dari kalangan pendidik dan pegiat sosial di desa, termasuk dari unsur BPD dan unsur Pemdes, alasan kenapa mereka dilibatkan untuk sinergitas dalam melakukan diskusi secara intensif terkait kebijakan pendidikan di desa.

Indikator Pendidikan Untuk semua juga ditetapkan oleh desa apa saja yang jadi prioritas sebagai daya ungkit agar pendidikan di desanya bisa terangkat secara bertahap. Tim ini juga ditetapkan oleh Pemerintah Desa dengan tugas memastikan ada keberpihakan program desa untuk kepentingan anak terbaik terutama pada bidang pendidikan.

Contohnya, pastikan semua anak usia PAUD mendapatkan haknya belajar di sekolah pendidikan usia dini, contoh lain bila ada anak tidak sekolah di desa anda, adakah yang memfasilitasi untuk mengembalikan ke sekolah lewat FMPP desa, jika belum ada segerakan untuk membentuk FMPP Desa dengan tugas untuk mendata ATS, mengembalikan, mendampingi, dan menggalang dana.

Selain itu, di desa adakah inovasi pendidikan yang menjadi role model berbeda dengan desa yang lain, misalnya bimbingan belajar di desa, sesungguhnya bimbel di desa itu bagus dan bisa dimanfaatkan dengan baik dan dialokasikan di desa, kenapa harus jauh-jauh bimbel dengan biaya mahal, emang di desa tidak bisa diberdayakan guru-guru mapel untuk memberikan transfer ilmunya kepada anak-anak di desa.

Desa juga bisa mengalokasikan anggaran untuk life skill bagi remaja yang lulus SMA/SMK/MA, apakah mereka ingin melanjutkan kuliah atau ingin belajar skill sebelum bekerja sehingga saat ditanya apakah anda pernah ikut belajar kursus atau pernah mengikuti pelatihan skill tertentu sesuai dengan lamaran ini, ketika dijawab sudah dan trampil, tentunya akan berbeda dengan remaja yang tidak punya skill bukan.

Sisi yang lain, di desa seringkali ditemukan juga ada orang tua yang tidak tamat SD/MI, kategori buta aksara mereka juga harus diperhatikan agar sampai hayatnya minimal bisa membaca angka dan tulisan, kasihan sekali jika selama hidupnya tidak membaca dan menulis sama sekali, sudah tidak mampu tidak mau belajar lagi, terus apa yang bisa di andalkan atau ditiru.

Semua persoalan diatas harus mendapatkan perhatian dari multi sektor, tidak bisa diselesaikan oleh pihak pemerintah desa saja, pemerintah Kabupaten, Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi, LSM, Media, dan CSR dunia usaha juga sangat penting untuk peduli mengangkat hidup orang banyak terutama dalam bidang pendidikan, investasi pendidikan akan berdampak signifikan bagi desa, dibandingkan investasi infrastruktur terus menerus. Karena lewat pendidikan hidup akan berkah, hidup akan berilmu dan hidup dengan didasari atas keinginan kemajuan dan kesejahteran.

Wujudkan desamu peduli pendidikan, tidak akan rugi mengalokasikan anggaran desa kepada mereka anak-anak penerus bangsa, pastinya sepuluh tahun ke depan merekalah sejatinya sebagai penerus desa anda. Jadi rugi kalau desa punya anggaran desa kemudian tidak mengalokasikan anggaran terbaiknya untuk kepentingan anak pada bidang pendidikan, salah satunya adalah PAUD, Anak Tidak Sekolah, Anak Rentan Sekolah, Anak Yatim dan Piatu Rentan, dan Anak Berprestasi di Desa.

Kontributor : Bahrul Ulum | KBC-01 Brebes | tinggal di Brebes | Ditulis pada Senin, 20 Juli 2020

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.