Dokpri, Podcast Tahap 2 Bersma Bawaslu Kabupaten Brebes
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Pentingnya keterlibatan masyarakat berpartisipasi mensukseskan pemilu tahun 2024.

Brebes, ww.kombes.net – Pentingnya keterlibatan masyarakat berpartisipasi mensukseskan pemilu tahun 2024, disampaikan Wakro Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Brebes, pada Podcast  Jurnalis Warga untuk pemilu tahap ke 2 di Waskita Channel Podcast Desa Kedungtukang Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Senin (16/05/2022).

Wakro menjelaskan bahwa peran Badan Pengawas Pemilu terkait pemilu secara umum adalah pencegahan, penanganan pelanggaran dan penyelesaian proses sengketa pemilu. Pengawasan dari tahapan maupun personal, pelaksanaan tahapan setiap pemilu, dan peserta pemilu dan netralitas ASN, Polri dan TNI.

” Pilkada pemilu 2019, catatan Bawaslu Kabupaten Brebes mendapatkan 63 pelanggaran diproses dibawaslu dan 12 kasus lainnya adalah pelanggaran administasi dan lainnya. semua laporan sudah ditindaklanjuti dan ada 48 kasus itu terbukti dan 15 kasus tidak terbukti. ” jelasnya.

Raeko moderator podcast mengajukan banyak pertanyaan terkait dengan proses pengawasan, tahapan sampai dengan penanganan pelanggaran pemilu. ” Apakah menyelesaikan hasil proses sengketa ? “.

Wakro menjawab, iya, berproses dari administrasi, lalu digugat, bawaslu melakukan proses persidangan, lalu dikembalikan ke KPU dengan memberikan hasil sidang, dan diperbaiki sesuai keputusan oleh KPU.

” Akan tetapi pelanggaran administasi tidak terlalu seksi, tapi disetiap periode pilkada pelanggaran administratif paling banyak, karena pelanggaran administrasi terkait APK (alat peraga pemilu) dan sangat jelimet untuk penanganan pemilu. ” jelasnya.

Masih menurut wakro, Bawaslu tidak melarang adanya pemasangan APK, yang penting jangan dipasang ditempat yang tidak boleh kesepakatan pemasangan APK, jangan berikan contoh kepada masyarakat, mereka harus sadar hukum, dan dampaknya akan baik bagi peserta pemilu dan juga para pemilih.

” Penanganan pelanggaran pidana pemilu lewat gakumdu (kepolisian, kejaksaan). Sedangkan untuk kode etik lewat kode etik bawaslu, misalkan ada dugaan pelanggaran ke arah pidana, kita bawaslu akan undang Gakumdu untuk pembahasan pertama, proses klarifikasi dan menguat apa tidak, baru proses ke tindakan hukum pidana. ” tegasnya.

Untuk tahun 2024 karena bawaslu sudah mempunyai pijakan untuk menjadi lembaga permanen mengurangi pelanggaran kepada masyarakat jauh-jauh hari, bahwa proses pemilu cukup panjang dan semakin banyak masyarakat paham tentang pemilu, maka kecurangan akan terkurangi.

” Strategi 2024 dengan mengaca pemilu 2019, bawaslu akan melaksanakan strategi Bawaslu dengan menyusun Indeks Kerawanan Pemilu dengan melibatkan panwascam dan bawaslu dan hal apa saja yang menjdi pijakan lewat IKP. Sehingga akan menyusun perencanaan dalam pola pengawasan bawaslu. ” tambahnya

Untuk IKP awal tahapan sudah dibuat, running akhir tahun sudah launching pemetaan awal. Sehingga awal 2023 sudah mulai menata kembali tahapan pengawasan berdasarkan hasil IKP. ” Jauh-jauh hari, bawaslu sudah merencanakan dengan rutin sosialisasi ke sekolah atau madrasah untuk mengoptimalkan pemilu 2024, karena butuh waktu dan proses yang berkesinambungan.” tegasnya

Pengawasan oleh msyarakat, diharapkan masyarakat untuk mampu dan mau melaporkan jika ada kecurangan ataupun tindakan money politik peserta pemilu, dan mereka tahu cara melakukan pelaporan atas pelanggaran pemilu.

” Laporkan saja jika ada pelanggaran ke Bawaslu atau lewat Panwaslu ditingkat Kecamatan, atau PPD ditingkat Desa untuk pintu awal atas pengaduan, bisa lewat by sistem pemgaduan lewat gadget dengan aplikasi yang ada. Platform berbasis Android. “. Di akhir acara Wakro menegaskan bahwa, Bawaslu mengajak masyarakat, pemilu itu bisa berhasil, karena ada keterlibatan masyarakat, peran masyarakat sangatlah penting, mari kita berpartisipasi bersama untuk mensukseslan pemilu tahun 2024.

 

Kontributor : Aziz Amin, JW PPMN Brebes

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.