Ilustrasi
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Pentingnya Peranan FMPP sebagai Pendamping GKB

Gerakan Kembali Bersekolah adalah gerakan mengembalikan anak tidak sekolah ( ATS ) atau anak putus sekolah yang ada di Kabupaten Brebed untuk dapat kembali sekolah. GKB memiliki visi yang sangat luhur untuk dapat memastikan semua anak yang tidak sekolah untuk bersekolah di satuan pendidikan formal dan non formal.

Ketua FMPP Kabupaten Brebes Bahrul Ulum, SE. M.Si,  mengatakan bahwa tanggungjawab utama pada anak adalah orang tua, manakalah orang tua belum maksimal dalam pembiayaan sekolah bagi anaknya, “ negara harus hadir untuk memenuhinya” katanya.

Masih menurut Ulum, salah satunya bukti hadirnya pemerintah adalah Kebijakan ATS melalui GKB di Kabupaten Brebes, dimana garda terdepan adalah Pemdes sebagai sumber pendataan ATS yang akurat.

“ Dukungan pembiayaan dari dana desa dan tempat konsultasi yang mudah diakses oleh semua warganya tentunya dengan melibatkan FMPP Desa untuk memastikan dan mendampingi anak tersebut kembali bersekolah. “ jelasnya. Kamis, (07/05/2020).

Tidak Semudah Membalik Telapak Tangan

Pada kenyataannya program GKB tidaklah program sederhana seperti mengajak orang melakukan aksi sekali, akan tetapi ini adalah proses berkelanjutan dan berkesinambungan dimana anak – anak yang tidak sekolah / putus sekolah yang secagian besar sudah nyaman untuk berada didunia luar diarahkan bahkan relatif ditekankan untuk kembali masuk ke dunia / lingkungan sekolah baik formal maupun non formal.

Tentu ada banyak aspek yang akan membutuhkan persiapan baik materi maupun mental baik peserta didik, penyelenggara pendidikan maupun orang tua. GKB tidak akan berhasil optimal dan maksimal kalau hanya dilaksanakan atau digerakkan hanya oleh satu elemen saja, GKB membutuhkan energy yang sangat beser dan sinergitas semua lapisan masyarakat dan semua unsur yang ada mengingat anak adalah masa depan bangsa.

Beberapa hal yang sering menjadikan anak tidak sekolah atau putus sekolah adalah ‘

  1. Ketiadaan biaya
  2. Prilaku kenakalan remaja
  3. Pengaruh lingkungan
  4. Mindset ( pola pikir orang tua )
  5. Beban Kehidupan
  6. Tidak Memiliki Motivasi
  7. Dll

Dari data dilapangan bahwa pada kenyataannya ada beberapa bahkan banyak ATS yang merasa nyaman dengan aktifitas saat ini bekerja dari pada harus sekolah lagi.

Bahkan beberapa anak yang telah turun ke jalanan menjadi anak dengan gangguan prilaku yang sama sekali tidak punya motivasi dan minat untuk melanjutkan sekolah.

Ini menjadi tantangan yang luar biasa bagi Kabupaten Brebes, untuk menciptakan atsmofir yang kondusif sehingga anak benar – benar memiliki motivasi untuk melanjutkan belajar disekolah baik formal maupun iinformal, setidaknya mau tetap belajar dan menyelesaikan pendidikan sampai selelsai.

Sementara disisi lain selain kesiapan dan mindset peserta didik untuk semangat malanjutkan belajar adalah pihak penyelenggara pendidikan juga tentu menghadapi tantangan baru dengan bergabungnya anak tidak sekolah atau putus sekolah yang telah nyaman diluar sebelumnya kembali masuk ke ruang kelas tentu akan membutuhkan penyesuaian dan adaptasi dengan peserta didik yang lain, ini yang bagi sebagian guru menjadi kendala adanya dilema pada pola pendidikan.

Tentu ini menjadi PR bersama bagaimana sebagiknya penyelesaian persoalan tersebut, dan hal yang paling mendasar ini adalah pentingnya Forum Masyarakat Peduli Pendidikan ( FMPP ) hadir mendampingi dan selalu mengawal anak dalam proses belajarnya dengan melakukan eveluasi bersama penyelenggara pendidikan.

Mengingat, saat anak yang telah dikembalikan ke sekolah dan ia gagal beradaptasi tentu akan menjadi masalah tersendiri, peranan FMPP sebagai pendamping dan motivator bagi peserta didik mutlak menjadi hal yang perlu dilakukan termasuk mengkomunikasikan dan melihat perkembangan sejauhmana anak mampu beradaptasi dilingkungan sekolah.

 

Aziz Amin | Kompasianer Brebes KBC -10
Conten Writer, Copywriter, Hypnowriter
WA 0858.6767.9796

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.