IMG-20191217-WA0122
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

PKBM Garda Terdepan Dalam Penanganan ATS

Ada perbedaan antara pengembalian ATS lewat formal dengan non formal, jika lewat Formal maka batasan anak ATS minimal usia 7 tahun-18 tahun artinya anak yang masuk di SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA, dan untuk Pendidikan non formal itu usia 7 tahun hingga 21 tahun. Bila lebih usia 21 tahun, maka mereka harus mandiri dalam pembiayaan, untuk program GKB yang diprioritaskan adalah anak usia 7-18 tahun untuk formal, dan yang non formal adalah usia 7-21 tahun.

Sebaran PKBM ada di setiap Kecamatan, rata-rata per kecamatan adalah 2-4 PKBM yang sudah memiliki ijin operasional, sehingga mereka yang mau belajar di pendidikan non formal tinggal menyesuaikan saja wilayah terdekat dimana ATS itu berada. Syarat dan ketentuan untuk masuk di pendidikan non formal sama dengan syarat seperti halnya pendidikan formal, hanya saja pola pembelajaran saja yang membedakan, jika pendidikan formal harus menggunakan seragam OSIS, Batik, Pramuka, Kaos olahraga, dan bersepatu, untuk pendidikan non formal, peserta didik tidak wajib menggunakan seragam yang formal, mereka bisa saja pakai batik, pakai hem dan ragam pakaian yang sopan dan berkrah. Bahkan ada juga beberapa sekolah PKBM peserta didiknya tidak menggunakan sepatu, hanya pakai sandal sepatu atau sandal saja, asalkan berangkat seminggu ada yang tiga sampai empat kali, dan mengisi absensi kehadiran maka sudah dianggap tatap muka dalam pembelarannya.

Untuk PKBM ini sumber pembiayaan untuk ATS yang dikembalikan ke sekolah di PKBM berasal dari dana DAK BOP Pendidikan Kesetaraan, dengan pagu sedikit mahal daripada pagu GKB Kabupaten, makanya sangat beruntung sekali dengan adanya kebijakan dari Pusat melalui Kemendikbud, setiap anak yang tidak sekolah bisa belajar di lembaga PKBM, wajar saja jika kuota ATS yang lewat PKBM setelah direkap dan dilaporkan, hasilnya lebih banyak yang belajar di PKBM.

Sedangkan untuk ATS GKB yang melalui Formal, ini ditetapkan oleh Bupati sebagai penerima ATS melalui GKB, dan peserta didik ini secara otomatis akan mendapatkan anggaran APBD sesuai dengan pagu yang sudah ditetapkan oleh Pemkab. Tentunya setelah memenuhi syarat dan administrasi yang berlaku, seperti Surat keterangan aktif dari sekolah ( tidak boleh kolektif, foto copy Kartu Keluarga (KK), Kwitansi ber materai sesuai dengan jenjangnya, SD/MI materai 3.000, SMP/MTS materai 6.000 dan SMA/SMK/MA materai 6.000

Penanggungjawab GKB Ir. Djoko Gunawan, MT juga selaku Sekda Brebes mengatakan, GKB adalah upaya Pemkab untuk mengatasi Anak tidak sekolah (ATS) Kembali Bersekolah, tentunya dengan 3 kriteria yang ada, yakni belum sekolah, putus sekolah dan lulus tidak lanjut.

” Pastikan semua anak di Brebes harus sekolah, mereka punya hak untuk memperoleh pendidikan, dukungan Semua Komponen sangat penting dalam mensukseskan GKB, Laporkan ke desa jika ada ATS tidak sekolah,” Senin (11/05/2020).

Sementara itu, Ketua FMPP Kabupaten Brebes Bahrul Ulum, SE. M.Si, Tanggungjawab utama pada anak adalah orang tua, manakalah orang tua belum maksimal dalam pembiayaan sekolah bagi anaknya, maka negara harus hadir untuk memenuhinya, salah satunya adalah Kebijakan ATS melalui GKB, garda terdepan adalah Pemdes sebagai sumber pendataan ATS yang akurat, dukungan pembiayaan dari dana desa dan tempat konsultasi yang mudah diakses oleh semua warganya tentunya dengan melibatkan FMPP Desa untuk memastikan dan mendampingi anak tersebut kembali bersekolah.

Data Dindikpora tahun 2017 disebutkan bahwa 7.722 ATS yang tidak sekolah dan tersebar di 17 Kecamatan, dan baru dikembalikan pada tahun 2017 hanya 1.212 ATS artinya hanya 15.70 persen saja, dengan perincian di Pendidikan Formal ada 643 anak, dan Non formal ada 569 anak.

Sementara itu, Pemkab mendata kembali ATS yang tidak bersekolah tahun 2018 melalui laporan masing-masing Kecamatan melalui UPTD Pendidikan, dan tercatat jumlah ATS yang ada 17.420 dan dikembalikan sebanyak 3.552 anak dengan perincian Formal 551 anak, dan non formal sebanyak 3.001 anak.

Kemudian di tahun 2019 baseline ATS menggunakan data tahun 2018, dan yang dikembalikan ke sekolah untuk formal 924 anak dan Non Formal 4.194 anak sehingga total 5.118 anak.

 

Penulis : Bahrul Ulum | Kompasianer Brebes | KBC-01

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.