IMG-20191218-WA0120
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on whatsapp

Prosedur Mengembalikan ATS Lewat GKB di Brebes

Sejak 2017 semua anak tidak sekolah yang dikembalikan lewat GKB harus memenuhi prosedur yang dilakukan, dengan tujuaan agar tertib administrasi dan memudahkan bagi pelaksana program di level desa dimana Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) yang membantu mendampingi anak ATS di desa yang ingin kembali bersekolah.

Awal pertama, status anak yang mau dikembalikan adalah masuk dalam kategori ATS, yaitu anak belum sekolah tapi usia sekolah, putus sekolah, lulus tidak lanjut. Pendataan anak tidak sekolah bisa diambil dari Data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) yang berbasis sensus, bisa juga dari Data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atau bisa juga dari data Pemerintah Desa. FMPP Desa bisa cross check data yang ditemukan itu. Semua harus dipastikan, dan kemudian dilakukan rekonfirmasi atas ATS maksudnya ditanyakan kembali dari data yang ada, kemudian ditanyakan apakah anaknya mau sekolah atau tidak. Jika anaknya mau sekolah, maka ditanyakan, minta ke sekolah mana, kasihkan informasi secara detail dan syarat apa saja yang harus dipenuhi.

Pengurus FMPP Desa juga memberikan informasi kepada orang tua ATS bahwa sekolah mana saja yang bisa menerima ATS dari rekomendasi Pihak Desa, tentunya desa nanti akan memberikan surat tertulis ditujukan kepada Pihak Kepala Sekolah dimana anak itu mau didaftarkan, disinilah tugas FMPP Desa jelang awal pendaftaran peserta didik baru, untuk mendapatkan informasi secara detail, sekolah mana yang memberikan kuota kepada ATS di desanya. Jika sudah ada kesepakatan, maka tinggal komunikasikan dengan baik, antara pihak Desa, Pihak orang tua ATS dan anak ATSnya.

Semua administrasi pengajuan ATS masuk sekolah harus dilengkapi, seperti ijasah terakhir, foto copy KK, fotocopy akte kelahiran, dan surat keterangan bahwa anak tersebut adalah anak ATS dari desa. Setelah berkas lengkap lalu diajukan ke sekolah, bila sudah diterima maka selanjutnya sekolah akan menerima ATS tersebut dan kemudian anak diinformasikan bahwa anak yang direkomendasi dari desa diterima di sekolah tersebut.

Berkas yang sudah diterima, lalu diajukan lewat oleh Camat secara kolektif, dan diajukan ke Sekretariat GKB untuk dimasukan dalam database ATS yang dikembalikan lewat GKB dan di check dokumen yang ada, jika sudah dianggap lengkap, kemudian diajukan SK penetapan dari Bupati untuk penerima dana GKB pada periode waktu yang sudah ditentukan. Setiap tahun, Bupati menetapkan daftar by name by addres penerima ATS dari GKB.

Proses berikutnya, melalui SK inilah, kemudian akan diproses pencairan lewat Bank jateng dengan Virtual Account dimana nama-nama anak yang menerima GKB akan dicairkan secara kolektif sesuai dengan nama sekolah dan bisa diambil oleh anaknya didampingi oleh Pihak Sekolah dimana anak ini aktif belajar. Tujuannya agar dana yang diterima benar-benar dimanfaatkan dengan baik, untuk kebutuhan anak tersebut misalnya membeli baju seragam sekolah, buku ataupun untuk bantuan transport dari rumah ke sekolah.

Untuk besaran penerima dana disesuaikan dengan pagu Anggaran GKB yang sudah ditetapkan oleh Bupati.

Penulis : Bahrul Ulum ( Kompasianer Brebes tinggal di Brebes | Penjelahah kompasiana | KBC-01 Brebes )

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.